Kisah Uwais Al Qorni - Pemuda Yaman, Sang Penghuni Langit

 


Dikisahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib :

“Di Zaman kamu nanti, akan lahir seorang manusia yang do’anya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia”.

Apa yang istimewa dari diri Uwais? Yuk kita simak kisahnya!

Latar Belakang Uwais Al Qarni

Uwais Al Qorni merupakan pemuda yang miskin dan tinggal di Yaman bersama Ibunya yang sudah sangat tua dengan keadaan lumpuh. Uwais hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, namun tidak sempat bertemu dengan Nabi. Uwais juga memiliki penyakit belang di tubuhnya.

Dibalik semua kekurangan yang disebutkan di awal, ada satu keunggulan lain dari diri Uwais, yaitu, ia selalu memuliakan ibunya. 

Kisah Uwais ingin Bertemu Rasulullah SAW

Pernah suatu hari, Uwais sangat ingin bertemu dengan Rasulullah SAW, oleh karena itu, ia meminta izin kepada Ibunya. Ibunya pun mengizinkan, namun sang Ibu berpesan untuk segera kembali ke Yaman setelah bertemu Rasulullah SAW.

Uwais menempuh jarak ribuan kilometer untuk sampai ke tempat Rasulullah SAW. Sesampainya disana, Uwais hanya bertemu dengan Aisyah ra, karena Rasulullah SAW sedang pergi berperang. Teringat dengan pesan sang ibu, akhirnya Uwais hanya bisa menitipkan salam kepada Aisyah ra untuk Rasulullah SAW dan segera berpulang ke Yaman.

Kisah Uwais Rela Berkorban Memenuhi Keinginan sang Ibu untuk Pergi Haji

Dikisahkan pada suatu hari, Sang Ibu berpesan kepada Uwais, yang dimana hal itu menjadi permintaan terakhir dari sang Ibu : 

“Anakku, mungkin Ibu tak lagi lama bersama dengan kamu, Ikhtiarkan Ibu agar dapat mengerjakan haji ya nak”.

Mendengar permintaan tersebut, tentu Uwais merasa bingung, karena Uwais tidak memiliki apa-apa, hewan yang biasa menjadi alat transportasipun dirinya tidak punya, karena Uwais sangat miskin. Namun, Uwais tidak pernah menolak permintaan ibunya.

Uwais akhirnya berlatih dengan menggendong anak lembu naik dan menuruni bukit. Anak lembu tersebut diberi makan setiap harinya, hingga beratnya mencapai 100 kg. Usaha yang dilakukan Uwais ini, agar dirinya dapat menggendong sang Ibu dari Yaman menuju ke Mekkah untuk melakukan Ibadah haji. 

Hingga tibalah hari dimana Uwais merasa siap untuk menggendong sang Ibu berjalan kaki dari Yaman menuju ke Mekkah dengan jarak kurang lebih 1.000 km.

Sesampainya di Mekkah, Uwais juga menggendong sang Ibu selama melakukan ibadah haji. Hingga pada saat tawaf di Ka’bah, alih-alih mengeluhkan semua keletihannya, Uwais justru berdo’a : 

“Ya Allah, ampuni segala dosa Ibuku”.


Mendengar hal tersebut, sang Ibu bertanya dengan heran : 

“Bagaimana dengan dosamu?”

Kemudian Uwais menjawab dengan yakin : 

“Dengan terampunkannya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk Surga, cukuplah do’a dari Ibu yang akan membawaku ke Surga”.

Begitu tulusnya permintaan dari seorang Uwais. Hingga akhirnya Allah SWT memberikan karunia-Nya dengan menyembuhkan penyakit kulit Uwais, dan hanya di sisakan satu bulatan putih di bagian tengkuknya, agar sahabat Rasulullah SAW bisa mengenali Uwais.

Pertemuan Umar bin Khattab ra dan Uwais



Pesan Rasulullah SAW ini selalu dipegang oleh Umar bin Khattab. Hingga pada zaman kekhalifahan yang dipimpinnya, Umar bin Khattab pergi mencari Uwais. Setiap kali datang jemaah haji dari Yaman, Umar selalu bertanya tentang Uwais.

“Apakah kalian mengenal Uwais Al Qarni?”

“Iya” Jawab jama’ah tersebut

“Bagaimana keadaannya ketika kalian meninggalkannya?” tanya Umar

“Kami meninggalkannya dalam keadaan miskin harta benda dan pakaian usang”

Umar bin Khattab kaget dan berkata kepada mereka : 

“Celakalah kalian! Sungguh Rasulullah SAW pernah bercerita tentang Uwais, kalau dia bisa memohon ampunan untuk kalian, maka lakukanlah!”.

Umar bin Khattab pun akhirnya bertemu dengan Uwais Al Qarni, dan meminta agar Uwais mendo’akannya. Setelah bertemu, Umar bermaksud memberikan santunan kepada Uwais, dan meminta walikota Irak agar memuliakan Uwais. Namun semua ini ditolak oleh Uwais,

“Biarlah saya lalu lalang berjalan di tengah kerumunan tanpa diperdulikan banyak orang”. Uwais ingin hidupnya tenang dan dapat beribadah tanpa gangguan orang lain. 


Wafatnya Uwais


Kisah wafatnya Uwais juga senter terdengar, dan masyarakat di Yaman terheran-heran, karena banyak orang-orang berdatangan ingin memandikan dan mengurus jenazah Uwais. Namun orang-orang tersebut tidak dikenal. Orang-orang tersebut dipercaya merupakan malaikat yang langsung ingin mengurus jenazah Uwais.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nabi Sulaiman as yang Memberi Makan Ikan Paus

Shafiyah binti Huyay - Istri Rasulullah SAW dari Kalangan Yahudi

Ukasyah, Sahabat yang Ingin Mencambuk Rasulullah SAW?!