Ukasyah, Sahabat yang Ingin Mencambuk Rasulullah SAW?!

 


Umumnya, kita mengenal sahabat Rasulullah SAW adalah seseorang yang sangat mencintai dan akan melindungi Rasulullah SAW, bahkan jika itu harus mengorbankan nyawanya sendiri. Namun kali ini berbeda, terdapat salah seorang sahabat Nabi yang justru ingin mencambuk Rasulullah, bahkan saat Rasulullah SAW dalam keadaan sakit.

Nah, apa sih alasan sahabat tersebut ingin mencambuk Rasulullah?

Permintaan Rasulullah Sebelum Wafat


Suatu hari, Rasulullah SAW yang sudah lama sakit memiliki firasat akan segera bertemu dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bertanya kepada seluruh sahabat yang berada di masjid, apakah Rasulullah memiliki hutang yang harus dilunasi.

Tidak ada satupun sahabat yang menjawab, hingga Rasulullah bertanya sampai ke tiga kalinya. Hingga kemudian, seorang pemuda dengan suara tegas menjawabnya. Dia bernama Ukasyah.

Wahai Rasulullah, sesungguhnya dahulu saat perang Uhud, engkau memukulkan cambuk ke bagian belakang kuda. Namun cambuk itu tidak mengenai kuda, akan tetapi mengenaiku. Apakah menurut engkau itu adalah hutang?” tanya Ukasyah.

Rasulullah pun menjawab dengan pasti,

Iya Ukasyah, lalu apa yang kau pinta”

Dengan berani dan tanpa rasa bersalah, Ukasyah menjawab,

Aku ingin melakukannya padamu”

Ukasyah Ingin Mencambuk Rasulullah SAW

Para sahabat mendengar hal itu kaget dan memarahi Ukasyah. Tidak ada satupun sahabat yang mengizinkan Ukasyah untuk melakukannya. Namun, Rasulullah SAW tidak menanggapi segala komentar dari para sahabat terhadap Ukasyah, Rasulullah justru meminta bilal untuk mengambil cambuk itu ke Fathimah. 

Perasaan seorang Fathimah yang mendengar Ukasyah ingin mencambuk Ayahnya yang sudah tua sangat sedih, mengapa ada orang yang tega mencambuk Rasulullah, sementara Rasulullah sedang sakit dan sudah tua. Setelah mengambil cambuk, Bilal pun menyerahkannya kepada Ukasyah.

Melihat Ukasyah menggenggam cambuk sambil melangkahkan kakinya menuju Rasulullah SAW, satu persatu sahabat mencegahnya. Abu Bakar berdiri menghalangi, sambil berkata,

Ukasyah, aku adalah orang pertama yang beriman kepada Rasulullah. Aku sahabat dan teman seperjuangannya. Jika kau merasa tak suka dan ingin menyakiti Rasulullah, maka sakiti saja aku”.

Melihat Abu Bakar berusaha mencegah Ukasyah menuju kearahnya, Rasulullah SAW menjawab dengan tegas,

Abu Bakar, ini urusanku dengan Ukasyah”.

Ukasyah pun berjalan kembali menuju mimbar untuk menghampiri Rasulullah SAW, namun sebelum sampai mimbar, Umar bin Khattab menghalanginya.

“Ukasyah, aku dulu sangat membenci nama Muhammad. Namun sekarang tak akan kubiarkan seorangpun menyakiti Muhammad. Jika kau ingin, maka pukulah aku sebagai gantinya, jangan Rasulullah”.

Sama seperti halnya Abu Bakar, Rasulullah SAW pun juga mencegah Umar.

“Umar, ini urusanku dengan Ukasyah”.

Ukasyah berjalan kembali dan hampir mendekati mimbar Rasulullah. Ali bin Abi Thalib maju dan menghalanginya.

Ukasyah, aku menantu sekaligus sepupu Rasulullah. Darah yang sama mengalir padaku. Maka jika engkau hendak menyakitinya, sakiti saja aku, jangan Rasulullah”.

Melihat hal itu, Rasulullah pun kembali mencegah Ali bin Abi Thalib,

Ali, ini urusanku dengan Ukasyah”

Tidak hanya sahabat, saat Ukasyah sudah berada di depan mimbar Rasulullah, cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husein pun turut mencegah Ukasyah,

Paman, kasihanilah kakek kami. Kakek sudah tua dan sedang sakit, jika paman ingin memukulnya, pukul kami saja”.

Dengan lembut Rasulullah mencegahnya,

cucu-cucuku, ini urusan kakek dengan paman Ukasyah”

Ukasyah Sudah Mencapai Mimbar Rasulullah 

Kini, Ukasyah sudah berhadapan dengan Rasulullah. Dengan tegas, Ukasyah berkata :

Wahai Rasulullah, bagaimana aku bisa memukulmu? Sedangkan engkau di atas dan aku di bawah, turunlah!”

Tidak sampai disana, setelah Rasulullah SAW turun, Ukasyah berkata lagi,

Dulu engkau memukulku saat aku tak memakai pakaian (bagian atas), aku ingin engkau melakukannya juga”.

Rasulullah membuka baju bagian atasnya, dan terlihat terdapat beberapa batu yang diikat di bagian perut beliau, tanda beliau sedang menahan lapar. Gemetar menahan tangis Ukasyah membuang cambuk di tangannya dan langsung menghambur ke dalam pelukan Rasulullah SAW.

Sungguh, siapa yang begitu tega ingin menyakiti manusia mulia seperti engkau ya Rasulullah? Aku melakukan ini karena tahu bahwa tubuuhmu tak akan pernah tersentuh oleh api neraka. Sedangkan aku ingin tubuhku juga terselamatkan dari api neraka. Aku tak akan bisa lagi bertemu denganmu. Maka demi bisa memeluk tubuhmu, aku melakukan ini. Maafkanlah aku wahai Rasulullah”.

Seketika seluruh sahabat yang berada dalam masjid menangis melihat peristiwa tersebut.

Alhamdulillahirabbil alamin, dalam kisah ini banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil, salah satunya bentuk pengorbanan para sahabat yang rela mengorbankan nyawanya demi keselamatan Rasulullah SAW. Meskipun saat ini kita belum bisa bertemu dengan Rasulullah, tetapi semoga di akhirat nanti, bagi siapa saja yang selalu mengumandangkan shalawat kepada beliau, dapat menjumpai Rasulullah SAW. Aamiin ya Rabbal alamiin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nabi Sulaiman as yang Memberi Makan Ikan Paus

Shafiyah binti Huyay - Istri Rasulullah SAW dari Kalangan Yahudi