Asiyah binti Muzahim - Perempuan Mulia Ahli Surga



Dalam sebuah riwayat dikatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwalid, dan Asiyah.

Bagaimana Asiyah bisa dikatakan menjadi ahli Surga? Sementara ia merupakan istri dari Raja Fir'aun yang terkenal kejam!

yuk kita simak kisah selengkapnya!

Awal Mula Pertemuan Fir’aun dan Asiyah

Dikisahkan, Raja Fir'aun dari Mesir terkenal akan keganasannya dan mengakui dirinya sebagai Tuhan. Setelah ditinggal mati oleh istrinya, Fir'aun hanya hidup seorang diri. Sampai akhirnya, cerita tentang seorang gadis cantik dari keluarga Imran pun sampai ke telinganya.

Fir'aun mengutus menteri bernama Haman untuk meminang Asiyah. Orang tuanya pun bertanya kepada Asiyah : 

"Sudikah ananda menikahi Fir'aun?". Kemudian Asiyah dengan tegas menolak lamaran tersebut "Bagaimana saya sudi menikahi Fir'aun, sedangkan dia terkenal sebagai Raja yang ingkar kepada Allah?".

Mendengar kabar penolakan lamaran tersebut, Fir'aun sangat marah, dan meminta tentaranya untuk menyeret kedua orang tua Asiyah ke istana. Orang tua Asiyah di siksa dan di penjara dalam Istana. Tidak tega melihat kedua orang tuanya disiksa, akhirnya Asiyah pun menyetujui pernikahannya dengan Fir'aun.

Pertemuan Asiyah dengan Nabi Musa as

Fir'aun pernah bermimpi, yang dimana tafsir mimpi tersebut, akan datang seorang laki-laki dari Bani Israil yang akan menghancurkannya. Semenjak mendapatkan mimpi menakutkan tersebut, Fir'aun memutuskan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir.

Saat berjalan di sepanjang sungai Nil, Asiyah menemukan bayi laki-laki yang dihanyutkan di sungai. Ketika Asiyah melihat bayi tersebut, ia sangat mencintainya. Melihat istrinya membawa bayi laki-laki ke istana, Fir'aun pun segera memerintahkan pengawalnya untuk membunuh bayi tersebut.

Namun, Asiyah mencegahnya, dan meminta Fir'aun untuk melindungi bayi tersebut. 

"Dia adalah penyejuk mata hati bagi aku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak" (QS. Al Qasas : 9)

Fir'aun dengan berat hati menyetujui permintaan sang istri. Asiyah memberi nama bayi laki-laki tersebut dengan nama "Musa". Musa inilah yang nantinya akan menjadi Nabi dan Rasul, dan akan menghancurkan Fir'aun.

Setelah Nabi Musa as sudah tumbuh besar, Asiyah melihat ada yang istimewa dari anak angkatnya. Pada saat Nabi Musa as akhirnya berani menentang sang Ayah dan menyebarkan Islam, Asiyah sudah dapat merasakan kebenaran dalam agama yang diajarkan oleh Nabi Musa as. 

Keyakinan Hati Asiyah Memeluk Islam

Keyakinan Asiyah dengan agama yang di bawa Nabi Musa as semakin mantab setelah melihat pengawal kerajaan yang bernama Siti Masyitoh dan keluarganya di siksa karena memeluk Islam. Dikisahkan, Siti Masyitoh saat sedang menyisir anak perempuan Fir'aun, tidak sengaja sisir tersebut terjatuh, sambil memungut sisir tersebut, siti Masyitoh berucap, 

"Dengan nama Allah, binasalah Fir'aun".

Mendengar hal itu, anak perempuan Fir'aun segera memberitahu Ayahnya, bahwa Siti Masyitoh sudah mengikuti agama Nabi Musa as. Fir'aun sangat murka, kemudian Siti Masyitohpun mengalami siksaan demi siksaan.

Fir'aun mengancam akan menyembelih satu persatu anak Masyitoh jika tidak meninggalkan agama Nabi Musa as. Alih-alih takut, Siti Masyitoh justru menjawab dengan tegas : 

"Silahkan lakukan apa yang ingin kamu lakukan".

Melihat seluruh anaknya di sembelih satu persatu, Siti Masyitoh tidak merasa takut dan terancam. Karena, setelah anaknya meninggal di sembelih, roh anak-anaknya berkata kepada sang Ibu, 

"Hai ibu, bersabarlah, sesungguhnya bagimu di sisi Allah, ada pahala yang sangat besar sekali".

Percakapan ini didengar oleh Asiyah, Istri Fir'aun. Selain mendengar hal tersebut, Asiyah juga melihat, setelah Siti Mayitoh merupakan orang terakhir yang dibunuh oleh Fir'aun, Asiyah melihat secara jelas pahala serta kedudukan mulia siti Masyitoh di sisi Allah SWT.

Setelah keyakinannya bertambah kuat, Asiyahpun masuk Islam secara diam-diam. Bersuamikan Fir'aun setelah memeluk Islam bukanlah suatu hal yang mudah, Asiyah harus beribadah secara sembunyi-sembunyi. Namun, meskipun disembunyikan dengan rapat, akhirnya Fir'aun pun mengetahui istrinya telah memeluk Islam.

 

Wafatnya Asiyah, Wanita Ahli Surga

Setelah mengetahui keislaman Asiyah, Fir'aun sangat Murka. Asiyah mengalami berbagai macam siksaan demi siksaan, yang tentunya hal itu bisa merubah keimanan seseorang. Fir'aun mengancam akan membunuh Asiyah, kecuali Asiyah keluar dari Islam dan menyembah dirinya.

Namun semua ancaman tersebut tidak mengalahkan kekuatan keimanan Asiyah. Asiyah pun di jemur di bawah terik matahari, dan diletakkan batu besar di punggungnya. Berbagai siksaan fisikpun dialami oleh Asiyah. Siksaan terakhir oleh Fir'aun, saat sebuah batu besar akan dihantamkan ke dadanya Asiyah agar mengakui Fir'aun sebagai Tuhan, Asiyah pun tetap menolak. Saat batu tersebut akan dijatuhkan, Asiyah pun menutup mata dan berdo'a : 

"Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di Surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim" (QS. At Tahrim : 11).

Asiyah pun tersenyum karena Allah telah memperlihatkan Asiyah rumah di Surga yang telah Allah SWT persiapkan untuknya. Asiyah tidak sabar bertemu dengan Tuhan-Nya. Asiyahpun diwafatkan Allah SWT tepat sebelum batu besar tersebut jatuh di tubuh Asiyah.

Naah.. dari cerita Asiyah ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran, diantaranya mempertahankan keimanan dan keislaman tidaklah semudah yang kita kira, namun Allah telah mempersiapkan ganjaran yang besar, yaitu berupa rumah di Surga. Masya Allah, semoga kita semua termasuk orang-orang yang istiqomah dalam kondisi apapun ya guys!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nabi Sulaiman as yang Memberi Makan Ikan Paus

Shafiyah binti Huyay - Istri Rasulullah SAW dari Kalangan Yahudi

Ukasyah, Sahabat yang Ingin Mencambuk Rasulullah SAW?!