Abdurrahman bin Auf - Pemuda yang Masuk Surga dengan Keadaan Merangkak?!

 

Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu sahabat Nabi yang pertama kali masuk Islam. Sahabat Nabi yang satu ini, terkenal akan hartanya yang berlimpah, namun di sisi lain, Abdurrahman bin Auf juga dermawan.

Yuk kita saksikan kisah lengkapnya!

Latar Belakang Abdurrahman bin Auf







Abdurrahman bin Auf dilahirkan di Mekkah pada tahun ke -10 tahun Gajah, tepatnya pada tahun 581 Masehi.

Sejak masuk Islam, kecintaan Abdurrahman bin Auf terhadap Allah Subhana Wata’ala dan Rasulnya melebihi rasa cintanya kepada keluarganya.


Hambatan Abdurrahman bin Auf dalam Berhijrah

Dikisahkan pada suatu hari, saat Rasulullah SAW dan kaum muslimin hendak berhijrah ke Madinah bersama Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf menawarkan kepada istri dan anaknya untuk ikut serta. Namun keduanya menolak dan lebih memilih tinggal di Mekkah. Tanpa ada rasa ragu, Abdurrahman bin Auf pun tetap membulatkan tekatnya unttuk ikut Rasulullah SAW berhijrah.

Saat perjalanan hijrahnya ke Madinah, Abdurrahman bin Auf dicegat oleh kaum kafir Quraisy.

“Engkau boleh pergi, tetapi seluruh hartamu kami rampas, atau kamu tetap tinggal di Mekkah dengan seluruh harta kekayaanmu”.

Abdurrahman bin Auf dengan tegas menjawab : 

“Tentu aku akan tetap berhijrah meski aku jatuh sekalipun”.

Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Ar-Rabi'

Sesampainya di Madinah, kaum Muslimin di sambut hangat oleh warga Anshar. Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar agar saling membantu dan mengasihi satu sama lain. Karena kaum Muhajirin yang berasal dari Mekkah tidak membawa seluruh hartanya saat berhijrah, kaum Anshar dengan senang hati menolong saudaranya. Kaum Anshar mempersilahkan saudaranya Kaum Muhajirin untuk tinggal di rumah mereka dan memanfaatkan segala fasilitas yang ada di rumahnya.

Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan saudagar kaya dari Madinah yang bernama Sa’ad bin Ar-Rabi. Sa’ad mengetahui seluruh harta Abdurrahman bin Auf telah di rampas saat perjalanannya ke Madinah. Sa’ad menawarkan beberapa hal kepada Abdurrahman bin Auf :

“wahai Abdurrahman, hartaku sangat banyak dan aku memiliki 2 istri. Saya tahu kamu jatuh miskin. Oleh karena itu, saya berikan setengah harta saya unttuk menolongmu, dan saya akan ceraikan 1 istri saya, istri yang baik dan shalihah untukmu”.

Masya Allah, jika kita lihat dari percakapan tersebut, ikatan persaudaraan yang telah di deklarasikan oleh Nabi Muhammad SAW antara Muhajirin dan Anshar begitu kuat. Kaum Anshar dengan sukarela menolong saudaranya yang saat itu sedang dalam kesulitan.

Sa’ad mengetahui saudaranya, Abdurrahman bin Auf berhijrah tanpa istri dan anaknya. Sa’ad dengan sukarela akan menceraikan 1 istrinya, yang shalihah untuk Saudaranya. Abdurrahman bin Aufpun menanggapi tawaran tersebut :

“Semoga Allah SWT memberkahi dirimu, hartamu, dan keluargamu. Cukup tunjukkan kepada saya jalan menuju pasar”.

Abdurrahman bin Aufpun pergi ke pasar, dan mulai berbisnis tanpa modal sedikitpun. Meskipun begitu, Allah SWT mengaruniakan kelebihan kepada Abdurrahman bin Auf. Ibarat setiap barang yang disentuhnya akan menjadi emas. Abdurrahman bin Auf mampu mengembalikan pundi-pundi kekayaannya dalam waktu singkat, berkat keahlian bisnisnya yang luar biasa.

Abdurrahman bin Auf Masuk Surga dalam Keadaan Merangkak

Namun, dengan semakin banyaknya harta yang berlimpah, Abdurrahman bin Aufpun justru takut bahwa seluruh hartanya ini yang akan membuatnya lama dihisab oleh Allah SWT di hari akhir nanti. Aisyah ra teringat perkataan Rasulullah SAW semasa hidupnya :

“Aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan keadaan merangkak”

Mendengar kabar tersebut, Abdurrahman bin Auf merasa takut, dan akan melakukan segala cara supaya dirinya bisa masuk surga namun dengan berdiri. Abdurrahman bin Aufpun menjadi semakin dermawan, dan lebih banyak menyedekahkan hartanya di jalan Allah SWT.

Abdurrahman bin Auf akhirnya memberanikan diri bertanya kepada Aisyah ra, apa yang dimaksud perkataan Rasulullah SAW tersebut. Aisyah pun menjelaskan bahwa keadaan merangkak tersebut, bukan karena Abdurrahman bin Auf akan kesulitan masuk dalam surga, namun karena jarak surga dengan dirinya begitu dekat, maka Abdurrahman bin Auf hanya perlu merangkak untuk memasukinya. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nabi Sulaiman as yang Memberi Makan Ikan Paus

Shafiyah binti Huyay - Istri Rasulullah SAW dari Kalangan Yahudi

Ukasyah, Sahabat yang Ingin Mencambuk Rasulullah SAW?!